Banjir di Kawasan Natal Juga Merendam Madrasah Tsanawiah Nahdratul Ulama (NU) Natal

SUMATERA UTARA – Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Sumatera selama beberapa hari terakhir memicu bencana banjir dan tanah longsor di sembilan kabupaten/kota. Di antara wilayah terdampak, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), khususnya Kecamatan Natal, menghadapi situasi terparah dengan ketinggian air di beberapa lokasi hampir menyentuh atap rumah dan melumpuhkan seluruh aktivitas masyarakat.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara pada Rabu (26 November 2025), hujan dengan intensitas tinggi yang turun selama tiga hari berturut-turut telah menyebabkan luapan sungai dan pergerakan tanah di sejumlah wilayah, termasuk Nias Selatan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga. Hampir seluruh daerah tersebut mengalami banjir, sementara beberapa titik dilanda longsor yang memutus akses antar permukiman.

Natal: Ketika Pasar 4 Berubah Menjadi Danau

Di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, bencana mencapai puncaknya. Kawasan Pasar 4, yang biasanya ramai dengan aktivitas ekonomi, kini terendam hampir dua meter. Jalan utama yang menjadi satu-satunya akses transportasi tertutup sepenuhnya oleh air bah, mengisolasi warga yang masih bertahan di rumah mereka.

"Kondisi ini sudah berlangsung beberapa hari. Sampai tanggal 28 November, ketinggian air masih sama, meski arusnya tak lagi terlalu deras. Tapi akses jalan benar-benar lumpuh total," ujar seorang relawan yang enggan disebutkan namanya.

Bagi warga Natal, banjir memang bukan hal asing. Kawasan ini secara geografis merupakan daerah parkir air atau tempat luapan alami ketika sungai tak lagi mampu menampung debit air yang berlebihan saat musim hujan. Namun, banjir kali ini tercatat sebagai yang terparah dalam sejarah mereka. Cakupan area yang terdampak begitu luas, dan dampaknya begitu signifikan terhadap kehidupan masyarakat.

Kondisi banjir menimpa madrasah nu natal
Mts Nu Natal

Madrasah NU Natal: Pendidikan Terendam, Aktivitas Terpaksa Diliburkan

Dampak serius juga dialami oleh dunia pendidikan. Sebuah gambar yang beredar menunjukkan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatul Ulama (NU) di Natal terendam banjir yang hampir menyentuh atap bangunan. Kondisi ini memaksa pihak sekolah untuk meliburkan seluruh kegiatan belajar-mengajar hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

"Kami terpaksa menutup sekolah untuk sementara waktu. Keamanan dan keselamatan siswa serta guru adalah prioritas utama. Kami belum bisa memprediksi kapan aktivitas bisa kembali normal, karena bangunan sekolah masih terendam," jelas seorang perwakilan madrasah.

Ruang kelas, perpustakaan, dan ruang guru dipastikan mengalami kerusakan parah. Buku-buku pelajaran, meja, kursi, dan peralatan elektronik seperti komputer dan printer terendam air selama berhari-hari. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Mandailing Natal: Tanggap Darurat Ditetapkan, Ratusan Warga Mengungsi

Secara keseluruhan, Kabupaten Mandailing Natal berada dalam kondisi darurat. Hujan yang tak henti-hentinya menyebabkan Sungai Batang Angkola dan Sungai Batang Gadis meluap dengan dahsyat. Aliran air kemudian masuk ke permukiman penduduk di sejumlah kecamatan dan desa.

Di Desa Muara Batang Angkola, banjir merendam rumah warga hingga ketinggian 1,5 meter. Sementara di wilayah Kecamatan Siabu, ketinggian air bahkan dilaporkan mencapai dua meter. Kondisi tersebut membuat ratusan warga harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

BPBD Kabupaten Mandailing Natal mencatat sedikitnya 250 jiwa kini berada di lokasi pengungsian. Secara keseluruhan, sembilan dari 23 kecamatan di kabupaten tersebut merasakan dampak bencana, baik berupa rumah rusak, akses jalan terputus, maupun fasilitas umum yang terendam.

Camat Siabu, Sudrajat, mengungkapkan keprihatinannya. "Kondisi permukiman warga sudah tidak layak dihuni karena debit air terus meningkat. Dan akan terus mungkin bertambah pengungsi karena kondisi saat ini tidak memungkinkan lagi ditempati perkampungan ini. Air sudah semakin tinggi antara 1,5 meter sampai 2 meter. Baru saja kita dapat informasi sudah ditetapkan tanggap darurat," ujarnya.

Merespons situasi yang semakin kritis, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal segera menetapkan status tanggap darurat bencana. Keputusan ini diambil setelah rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, menyampaikan bahwa penetapan tanggap darurat dilakukan untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan. "Atas kesepakatan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Mandailing Natal, saya Bupati Mandailing Natal menetapkan situasi Kabupaten Mandailing Natal menjadi tanggap darurat bencana," ujar Saipullah.

Dengan status ini, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mempercepat mobilisasi anggaran, menambah personel, serta mengaktifkan seluruh mekanisme penanganan bencana, termasuk pendirian dapur umum dan posko kesehatan.

footage dari dron memperlihatkan kondisi banjir di mandailing natal,kota natal
Kawasan natal terkena banjir

Hari Ini: Air Mulai Surut, Kerugian Material Menanti

Pada hari ini, meski air diperkirakan mulai surut secara perlahan, warga justru dihadapkan pada realita pahit berikutnya: kerugian material yang tidak sedikit. Rumah-rumah yang terendam selama berhari-hari dipastikan mengalami kerusakan pada furniture dan peralatan elektronik seperti televisi, kulkas, dan kipas angin. Bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor informal di Pasar 4, kerugian ekonomi juga tak terhindarkan.

Proses pemulihan pascabencana diprediksi akan memakan waktu yang tidak sebentar. Selain membersihkan lumpur dan puing-puing yang tersisa, rehabilitasi infrastruktur publik seperti jalan dan sekolah juga membutuhkan perhatian serius. Bencana ini kembali menyadarkan semua pihak tentang kerentanan kawasan tersebut terhadap bencana hidrometeorologi dan pentingnya langkah mitigasi serta penataan tata ruang yang lebih berwawasan lingkungan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Banjir di Kawasan Natal Juga Merendam Madrasah Tsanawiah Nahdratul Ulama (NU) Natal"

Posting Komentar